Minggu, 04 Mei 2014

fenomena di sebalik kata cinta

CINTA banyak orang yang membicarakannya namun sebagian dari mereka tidak mengerti apa arti yang sesungguhnya. Sebagian mereka mengatakann bahwa cinta selalu berkaitan dengan kekasih hati ada juga yang mengatakan kalau cinta adalah sesuatu yang bisa menggetarkan hati. Bahkan ada yang mengatakan cinta itu adalah timbulnya rasa suka dalam hati dan pada akhirnya ingin memiliki. 

Bermacam-macam definisi cinta sering kita dengar.. Pada hakikatnya Allah telah menganugerahkan rasa cinta kedalam hati manusia sehingga manusia bisa saling menyayangi satu sama lain. Cinta merupakan fitrah yang semua orang pasti akan merasakannya. Cinta akan membuat seseorang bahagia jika ia bisa menempatkan cinta pada posisi yang sebenarnya, namun sebaliknya cinta akan membuat seseorang sengsara jika di letakkan bukan pada tempatnya. Namun tak jarang di zaman yang katanya serba modern seperti sekarang ini banyak sekali orang yang salah mengartikan cinta. Mereka melakukan hal-hal yang tidak senonoh yang katanya atas nama cinta. Mereka bermaksiat dengan nama cinta. Seperti itukah arti cinta yang sesungguhnya? Mereka melegelasikan hal-hal yang buruk di bawah bendera cinta. 

Astagfirullah miris hati ketika mendengar anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah berjalan berduaan dengan teman lawan jenisnya (berpacaran) dan mereka melakukan itu semua yang katanya atas nama cinta. Bahkan mereka merasa bangga ketika mereka bisa jalan berdua dengan teman lawan jenisnya. Dan hal itu sudah menjadi sesuatu yang lumrah dan bahkan sudah menjadi suatu ke laziman. 


Akibatnya banyak kejahatan terjadi di mana-mana, dari pemerkosaan sampai pembunuhan yang katanya terjadi karena cinta. Alhasil janin yang tidak berdosa menjadi korbannya. mereka fikir aborsi dapat menyelesaikan masalah namun pada hakikatnya aborsi bisa mempersulit masalah bukan hanya di dunia ini tapi juga di akhirat.
Yang lebih menyedihkan lagi para pelakunya adalah orang yang beragama islam. Agama yang jelas- jelas melarang keras perzinahan, dan pembunuhan. Apakah mereka tidak pernah berpikir tentang siksaan Allah yang sangat pedih bagi para pelaku maksiat? Bagi mereka yang dengan senangnya melakukan dosa tanpa ada rasa penyesalan, bahkan mereka menikmati dosa itu. Naudzubillah .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar