Jumat, 30 Januari 2015

cerpen : Bila Hati Kata Cinta part 1

Aku adalah seorang yatim piatu yang sudah tidak memiliki ayah dan ibu lagi. Orangtuaku meninggal akibat kecelakaan 10 tahun yang lalu. Semenjak itu aku di jaga dan di rawat oleh paman dan bibiku. Mereka sangat menyayangi aku, dan aku juga sangat menyayangi mereka. Karena mereka keluarga yang aku miliki. Satu minggu yang lalu, paman dan bibiku menjodohkanku dengan seorang laki-laki yang menurut mereka masih saudara jauh ayah dan ibuku. Tanpa pikir panjang aku pun menerimanya, aku yakin bahwa pilihan mereka adalah yang terbaik untukku. Mereka tidak mungkin memilih sembarang orang. 

Aku sama sekali belum pernah melihat bakal suami aku, bahkan pada saat ia meminang, aku pun tidak bertemu dengan nya, aku hanya bertemu dengan ayah dan ibu nya saja. Yang anehnya lagi aku pun tidak tau siapa namanya. Aku tidak pernah menanyakan nama laki-laki itu pada paman dan bibiku. Aku sudah bertekad akan mengenalinya dan melihatnya pada saat ijab-kabul sudah di ucapkan, dan mahar sudah diserah terimakan
Mungkin aneh bagi sebagian orang tapi tidak menurutku. Aku yakin bahwa cinta yang di jalin di atas jalan yang benar akan terlahir cinta yang suci dan sejati. 

"Lisa, kamu di panggil tuh sama anak boss di ruangannya." panggil tika mengagetkan lamunanku
"wah anak bos, sejak kapan anak boss ada di sini.." tanyaku keheranan.
"ga penting untuk kita tahu sejak kapan, yang aku tahu dia panggil kamu, dan dia akan bekerja disini menggantikan papanya, dah cepetan sana nanti dia ngamuk loh, banyak yang bilang kalau dia itu lain dari pada yang lain, dia suka marah-marah." Ucapnya lagi.
"Dari mana kamu tau yang dia suka marah-marah? Emang kamu pernah di marahin sama dia?" tanyaku pada Tika
"Banyak karyawan perusahaan kita yang cerita tentang dia di luar sana."
"hmmm... Kamu korban gosip mungkin..." ucapku
"siapa tau berita itu benar adanya, mana mungkin daun bergerak tanpa ditiup angin kan, cepatlah kamu pergi keruangannya." perintahnya padaku

Tanpa berpikir panjang aku melangkahkan kakiku menuju ruangan bos, kenapa tiba-tiba ada rasa takut dan cemas yang menyelinap di dalam hatiku, padahal sebelumnya aku tidak pernah merasakan takut pada siapapun. Aku tarik napas dalam-dalam mencoba untuk menghilangkan segala rasa takut dan cemas di dalam hatiku. Aku baca bismillah dan memberanikan diri mengetuk pintu ruangan boss baruku.

Ku buka pintu perlahan setelah di izinkan masuk oleh si pemilik ruangan, ku lihat seorang pemuda tengah duduk membelakangiku, ku atur langkahku sedemikian rupa berjalan mendekati meja kerjanya. 

"assalamu'alaikum pak, tadi Tika bilang bapak panggil saya ada yang bisa saya bantu pak?" ucapku dengan suara yang cukup sopan

Mendengar pertanyaanku tuan si pemilik ruangan memutar kursinya menghadap kearahku. Lama si tuan tidak berbicara, yang aku rasakan dia sedang memandangku. Aku sama sekali tidak berani mengangkat kepalaku. Aku benar-benar merasakan cemas dan takut. Hanya Allah saja yang tahu apa yang di rasakan hatiku saat itu

"Aleysa..." panggilnya dengan suara yang cukup pelan
"Iya pak," aku belum berani mengangkat kepalaku dan melihatnya, yang aku pikirkan saat ini kenapa orang ini tau namaku dan bisa menyebut nama panjangku dengan sangat fasih, sedangkan aku hanya seorang cleaning service di kantor ini. 

"Tolong buatkan saya kopi, jangan terlalu manis, setelah itu kamu tolong saya bersihkan lemari tempat file-file saya yang ada di pojok sana."ucapnya sambil menunjukan padaku sebuah lemari besar yang berisi file-file perusahaan.

"Baik pak." ku anggukan kepalaku, kemudian aku berjalan meninggalkan ruangan itu.

"Alhamdulillah ternyata dia tidak segalak yang aku sangkakan.." bisikku dalam hati begitu aku keluar dari ruangannya, aku bergegas ke dapur untuk membuat kopi pesanannya, beberapa menit kemudian aku sudah berada diruangan itu untuk membersihkan lemari dari kotoran dan debu. Aku sangat merasa tidak nyaman berada diruangannya, apalagi aku merasakan kalau ada sepasang mata yang sedang memperhatikanku, meskipun aku tidak melihatnya tapi bisa merasakan yang sipemilik ruangan sedang memperhatikan gerak-gerikku. Ku percepat pekerjaanku aku tidak ingin berlama-lama di dalam ruangannya.

Setelah pekerjaanku selesai aku segera bergegas meninggalkan ruangan itu. Aku melihat dia sedang sibuk dengan file-fila yang menumpuk di atas mejanya. Baru saja kaki ini bergerak ke arah pintu. Terdengar satu suara memanggilku.

"Aleysa tunggu sebentar."
Seketika itu juga ku hentikan langkahku dan membalikkan badanku ke arahnya. Ku lihat dia berjalan mendekatiku, dia menghulurkan dua lembar kertas 100 ribuan padaku.
"Aleysa ini untuk kamu, sebagai ucapan terimakasih ku kepadamu karena kamu telah membantu aku membersihkan lemari file aku. ucapnya 
" Maaf pak,saya tidak bisa menerimanya. Itu memang sudah menjadi tanggung jawab saya untuk membersihkannya, dan uang itu cukup banyak, maaf pak saya tidak bisa menerimanya." Ucapku dengan suara sesopan mungkin
"Terimalah Aleysa, buat tambahan uang kuliah kamu." ucapnya lagi
"Tapi pak..." 
Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku dia sudah memotong pembicaraanku.
"Tidak ada tapi-tapi... Sekarang terimalah, jika kamu tidak terima aku akan marah sama kamu."

Mendengar ancamannya ada rasa takut yang menyelinap dalam hatiku, tanpa berpikir panjang aku ambil uang yang ada di tangannya, ku ucapkan terimakasih padanya dan bersegera meninggalkannya.

Aku duduk sendirian di pinggir ruangan tempat yang biasa aku gunakan untuk melepas lelah, aku teringat dengan sikap boss baruku yang aku rasakan cukup aneh, kenapa dia memberikan aku uang dan kenapa dia tahu kalau aku sedang kuliah sedangkan dia baru pertama kali melihatku dan aku pun baru pertama kali melihatnya. Pikirku dalam hati. Mungkin dia tahu dari staf-staf yang ada di sini, pikirku lagi.
***
Senja merah di langit kini sudah menghilang, bergantikan bulan dan bintang sebagai penghias malam, kuasa Allah menciptakan itu semua, Kuasa Allah juga yang mempergilirkan malam dan siang tanpa pernah siang mendahului malam ataupun malam mendahului siang, tiada yang bisa melakukan semua itu kecuali Allah Pencipta makhluk di seluruh alam semesta.

Samar- samar terdengar suara adzan dari masjid, seruan adzan yang bisa menggetarkan hati setiap orang beriman. Orang yang merindukan kebahagiaan dan mengharapkan keridhaan dari Allah Sang Pemilik kehidupan.

Zafran sudah berpakaian solat lengkap, dan bergegas untuk pergi kemasjid yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Baru saja kaki nya hendak melangkah kelur rumah ada suara dari dalam rumahnya memanggilnya.
"Zafran, mau kemana?" tanya papahnya
"Mau ke masjid, papah mau ke masjid juga? kita pergi sama-sama ya pah? Ajakku pada papah,meskipun aku sudah tau papah akan menolaknya.
"Kamu pergi duluan aja deh, nanti papah solat di rumah saja." jawabnya 
"Ya sudah kalau begitu Zafran pergi dulu takut ketinggalan jama'ah, papah jangan lupa solat ajak mamah sekali. Sudah lama pah, hidup kita jauh dari Allah, sudah saat nya kita kembali ke pangkal jalan yang benar." ucapku pada papahku sebelum aku berlalu pergi meninggalkannya.

Jama'ah solat isya sudah mulai kembali kerumahnya masing-masing, tinggal satu -dua jama'ah yang sedang melaksanakan sholat rawatib termasuk aku salah satunya. Kedamaian dan ketentraman aku rasakan bila berada di rumah Allah ini. Aku ingin berlama-lama dimasjid di tempat yang mulia dan penuh barakah. Seusai menunaikan sholat aku tengadahkan kedua tanganku, sebait untaian doa menghiasi bibirku.

Ya Allah..
Hamba sadar terlalu banyak waktu yang hamba buang sia-sia
Ya Allah..
Hamba sadar sudah terlalu lama hamba lalai dalam mengingat-Mu
Hamba ingin kembali ke pangkal jalan-Mu 
Ya Allah..
Bimbing hamba..
Tuntun hamba untuk menapaki jalan menuju syurga-Mu
Permudahkanlah hamba untuk melalui jalan itu
Jalan yang Engkau ridhai
Jalan yang bisa mempertemukan aku dengan-Mu
Ya Allah..
Engkaulah yang menghadirkan rasa cinta di hati ini.
Izinkan aku mencintainya karena-Mu Ya Allah..
Meskipun aku jauh dari sempurna
Namun aku yakin dengan cinta-Mu, aku dapat menjadikan cinta menjadi sempurna.
Ya Allah..
Lindungilah orang-orang yang aku cintai
Berikanlah hidayah-Mu untuk ayah dan ibuku
Engkau yang kuasa membolak-balikan hatinya
Sangat mudah bagi-Mu untuk menjadikan mereka tunduk dan patuh kepada-Mu
Kumpulkan kami dalam naungan cinta-Mu
Kumpulkan kami dalam syurga firdaus-Mu
Aamiin Yaa Rabbal'alamiin
***
Malam kian larut, derap langkah kaki manusia tak lagi terdengar, yang terdengar hanya desahan nafas manusia yang tengah merajut mimpi indahnya.

Disebuah kamar yang cukup besar, zafran masih belum bisa memejamkan matanya, dia masih teringat dengan aleeysa yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Sampai detik ini aleeysa belum tau bahwa zafran adalah calon suaminya. Zafran yang merupakan boss baru di tempat kerjanya.
Zafran ingin sekali berterus terang sama Aleeysa, namun setiap kali bertemu dengannya bibir ini seakan-akan kelu untuk berkata, ada rasa ragu dan takut jika nanti aleeysa menolak dan tidak menerimanya. Yang bisa Zafraan lakukan adalah menunggu hingga waktu yang berbicara.
Di sebuah buku kecil berwarna hitam zafran meluahkan segala keresahan yang sering kali bertandang di hatinya.

10 november 2013
Betapa gembiranya hati ini ketika mendengar aleeysa menerima lamaranku, betapa tidak gadis yang aku suka dalam diam semenjak 10 tahun yang lalu sebentar lagi akan menjadi istriku.

Aleeysa namanya, seorang gadis muslimah yang elok tingkah lakunya, kerudung panjang yang ia kenakan melambangkan keimanan yang ada di dalam hatinya.

Selama 10 tahun aku tidak melihatnya, terakhir aku melihatnya satu minggu sebelum aku membuat keputusan untuk melamarnya. Yang menjadi pertanyaan di dalam hatiku apakah dia tau siapa aku? Mengapa dia begitu mudah menerima lamaranku sedangkan dia belum tau dan mengenal siapa aku.

Aleeysa engkau gadis yang sempurna, sedang aku banyak kekurangannya, sudikah kiranya jika kau membantuku untuk mengenal Allah lebih dekat. Sudikah engkau menjadi partner hidupku yang bisa menghantarkan aku pada keridhaan Rabbku?

Aleeysa maafkan aku yang belum bisa berterus terang padamu tentang siapa aku, namun aku harap engkau akan menerimaku seadanya, dengan segala kekurangan dan kelebihanku.

Aku akan tetap mencintaimu dalam diamku, dan bila hati berkata cinta maka diri ini tidak bisa menepisnya.

Tunggu sambungannya yah...

Sabtu, 07 Juni 2014

syukur dan sabar

mencoba menerima dengan lapang dada dan ikhlas atas setiap rencana-Nya. mgkn ini adalah jawaban atas semua do'aku. ketika keingananku tak sesuai dg keinganan Allah. semua hanya bisa pasrah atas kehendak-Nya. sesuatu yang menurut baik menurutku belum tentu baik menurut Allah. tapi seuatu yang baik menurut Allah sudah pasti itu yang terbaik untukku. laa tahzan wa laa taakhaf innallaha ma 'anna

keikhlasan akan membuat hati ini lega, keyakinan akan ketentuan Allah akan membuat hati kita tenang. apapun yang terjadi dalam hidup ini semua sudah di rancang dan di tentukan Allah. baik dan buruk itu menurut ukuran kita manusia. pada hakikatnya semua yang di rancang Allah adalah yang terbaik untuk manusia, tergantung bagaimana cara manusia itu memaknai dari setiap takdir yang Allah berikan. kuncinya adalah sabar ketika mendapat musibah, bersyukur ketika mendapat kesenangan. sabar dan syukur bisa menjadi jembatan manusia menuju keridhoan-Nya.

hadits Rasulullah "Dari Abi yahya Shuhaib bin Sinan RA. Rasulullah bersabda, Sesungguhnya menakjubkan keadaan orang mumin, karena segala urusannya sangat baik baginya, dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang mumin. Bila ia memperoleh kesenangan, ia bersyukur, yang demikian itu baik baginya. Dan bila ia tertimpa kesusahan ia juga bersabar, yang demikian itupun baik baginya.

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran. Pertama, setiap orang yang mengaku beriman harus menyakini bahwa iman sempurna yang dipegangteguh olehnya berdampak kebaikan pada setiap gerak dan langkahnya. Ketika mendapatkan kebaikan yang membuatnya senang, ia pandai mensyukurinya. Dengan mengucapkan Al-hamdulillah dan bersyukur dengan segenap hati, kemudian bersyukur dengan menggunakan seluruh anggota tubuh, berbagi dengan orang lain dan bersyukur dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul_Nya.

Barang siapa bersyukur, sesungguhnya syukurnya itu untuk dirinya sendiri (Q.S. An-Naml : 40).

Begitu juga ketika ditimpa kesusahan, ia menyikapinya dengan sabar. Sabar yang terbaik adalah, saat kesusahan itu tiba dan menghenyakkan batin serta perasaannya, ia menyikapinya dengan sabar

bahaya lisan

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam

Dalil di atas merupakan sabda Rasulullah yang harus di amalkan. Ketika kita tidak mampu untuk berkata baik maka diamlah yang paling utama

Namun ketika kita mampu berkata baik mengapa kita tidak berusaha untuk mencoba mengamalkannya.­karena banyak manfaat yg bs di ambil dg kita berkata baik

ketika kita mampu berkata baik maka itu adalah yang lebih utama dari pada berdiam diri.

Lisan bisa menjadi kunci kebahagiaan dan bisa juga menjadi kunci ke sengsaraan, Lisan bisa membawa ke syurga dan juga bisa membawa ke neraka tergantung bagaimana cara kita menggunakan lisan kita.

Maka Pandai-pandaila­h dalam menjaga lisan agar kita tidak menyesal nantinya.

Hindarilah ke sia-siaan, jauhi Ghibah, Riya' dan sejenisnya yg bisa menyebabkan amal ibadah kita rusak pahalanya.

Karena orang muslim yang baik adalah orang yang pandai menjaga lisannya serta saudaranya selamat dari lisannya.

Gunakan lisan untuk saling mengingatkan, saling menasehati dalam keimanan dan kesabaran.

Niscaya kita akan mendapatkan kebaikan dan menemukan kebahagiaan..In­sya Allah.

Tulisan sebagai pengingat diri di jum'at yg penuh barakah.

NB: banyak teman bilang status2 sy lebih sering membahas tentang cinta, jodoh dan sejenisnya. Bukan apa2 karena hanya itu yg bisa aku lakukan saat ini. Namun Insya Allah untuk ke depan sy akan mencoba belajar untuk menulis hal-hal ttg akidah dan insya Allah tentang akhlak islami juga jika sy mampu melakukan. Karena di dalam hati sy masih ada kekhawatirkan. Sy takut dengan Firman Allah yang mengatakan Allah sangat benci dengan orang yang mengatakan sesuatu kebaikan namun tidak melakukannya /­mengamalkannya. Semoga sy mampu untuk melakukan/ mengamalkan apa yang saya katakan dan minta do'anya ya sahabat semua. Semoga kita bisa terus saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Sy sendiri masih belajar masih terlalu banyak hal yang harus saya pelajari. Dan semakin sy rajin belajar semakin sy sadar akan kebodohan diri. Apabila saya ada khilaf dan salah jangan segan-segan untuk menegur saya. Dan di tunggu kritikan dari teman-teman semua.

Salam Ukhuwwah fillah
Meskipun belum pernah bersua namun ikatan kita adalah ikatan persaudaran, ikatan yang ber landasan iman dan islam yaitu saudara seiman. Semoga Allah mempertemukan kita kelak di jannah-Nya. Aamiin

Selasa, 03 Juni 2014

kau dan aku

sekali lagi kau hadir di waktu yang belum tepat..
di saat hati ini belum siap untuk menerimanya
bukan aku takut kecewa
tapi takut aku jadi lemah karenanya

memang kau merupakan fitrah
namun jika aku tidak mampu menguasaimu
kau yang akan menguasaiku
yang pada akhirnya bisa menyebabkan aku binasa karenamu

biarkanlah untuk saat ini akan ku simpan kau rapi di dalam hatiku
akan ku berikan kau pada orang yang berhak menerimanya
yaitu seseorang yang kelak bisa seiring sejalan berjanji di setia di hadapan pencipta-Mu
dia yang sudi menerimaku dengan tangan terbuka
menerima di setiap kelebihan dan kekuranganku

untuk saat ini akan ku titipkan kau pada pencipta-Mu
karena hanya Dialah yang bisa menjagamu di dalam hatiku
akan ku jaga keindahanmu dengan segala kekuatanku
hingga waktu itu ...
dimana mahar telah aku terima
dan aku siap berkomitmen hidup bersamanya
merajut keindahan dari fitrahmu
hingga bunga-bunga bermekaran di mahligai kehidupanku
dengan mengharap ridho dari Penciptamu


Jumat, 30 Mei 2014

puisi tanpa judul

Sudah lama aku tak menuliskan kata-kata cinta
Sudah lama tinta tak aku goreskan untuk merangkai kata-kata cinta
Sudah lama jari-jari ini tak menari indah menyusun kata-kata cinta
Entah kenapa jiwa ini seakan-akan kering
Entah kenapa hati ini seakan-akan rapuh
Entah kenapa mulut ini seakan-akan kelu
Jari-jari ini seakan-akan kaku
Apakah ini pertanda hati ku telah tertutup dan terkunci dengan cinta yang bernama lelaki
Siapa gerangan pemilik kunci itu yang bisa membukakan kembali pintu hatiku.
Rintik-rintik hujan yang turun membasahi bumi
Belum bisa membasahi hatiku yang kering
Bilakah benih-benih cinta itu akan kembali tumbuh di hatiku
Siapakah gerangan yang mampu menyirami bunga- bunga di hatiku yang telah layu
Siapakah gerangan yang mampu memberi kesegeran dan keindahan di taman hatiku.
Namun aku senantiasa yakin kalau dia ada untukku
Dia pemilik kunci pintu hatiku
Dia yang mampu menumbuhkan kembali bunga-bunga hatiku yang telah layu.
Di manapun engkau berada wahai pemilik tulang rusakku
Simpanlah dengan baik kunci itu
Kunci yang kelak akan kau gunakan untuk membuka pintu hatiku
Aku di sini senantiasa menantimu
Hingga kau datang hanya untukku
Untuk saat ini biarkan cinta dan hati ini aku berikan hanya kepada-Nya
Pemilik cinta yang sesungguhnya
Kepada-Nya aku gantungan semua pinta dan harapanku
Kutitipkan cintaku kepadamu hanya kepada-Nya
Semoga kelak kita di persatukan dalam naungan cinta dan keridhoan-Nya
Tetaplah kau berjuang dijalan yang telah di tentukan-Nya
Jangan biarkan dirimu terhanyut oleh keindahan dunia
Senantiasa perbaikilah dirimu
Aku pun di sini selalu berusaha untuk memperbaiki diriku
Semoga keimanan dan ketakwaan kita kepada-Nya
Yang akan mempertemukan dan mempersatukan kita.

Minggu, 04 Mei 2014

Anak dan orangtua

assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar sahabat semua? bagaimana dengan kabar keimanan sahabat semua? saya berharap kita semua selalu istiqamah di jalan-Nya. aamiin. sahabat sudah lama rasanya tidak menyapa sahabat semua. sudah lama juga rasanya jari ini tidak menulis di blog. entah kenapa hari ini rasa rindu juga untuk corat-coret di blog. sebenarnya banyak sekali  ide yang muncul di otak ini namun bingung harus memulai dari mana. tidak mengapa sahabat sebagai permulaan saya hadiahkan senyuman yang paling manis untuk sahabat semua. hee..:) saking manisnya semutpun ikut tersenyum melihat saya senyum-senyum sendiri. :)

Bismillah... semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk diri saya sendiri dan bermanfaat juga bagi yang membacanya.

Dua hari yang lalu saya menghadiri sebuah seminar tentang pendidikan yang bertemakan "Membangun Prestasi Anak". sebuah tema yang cukup menarik apalagi pemateri adalah mereka yang ahli di bidangnya. betapa banyak ilmu yang saya dapat. dari bagaimana cara mendidik anak, bersikap sampai berinteraksi dengan anak.

sahabat tentunya sudah mendengar tentang hadits Rasulullah yang berbunyi "Tidaklah seorang anak yang lahir kecuali dalam keadaan fitrah . Maka kedua orang tuanyalah yang akan menjadikannya sebagai yahudi, nashrani, atau majusi.(hadits Riwayat Imam Malik)

Hadits di atas menjelaskan bahwa anak fitrahnya baik, tinggal bagimana cara orangtua mendidik anak itu. jika kebaikan yang ia ajarkan maka anak itu akan tumbuh menjadi anak yang baik namun  sebaliknya jika anak itu di ajarkan keburukan maka anak itu pun akan tumbuh menjadi anak yang kurang baik.

pola asuh yang di berikan orangtua kepada anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. dimana pola asuh yang baik akan menjadikan anak tumbuh menjadi pribadi yang baik, mandiri, percaya diri dan berprestasi. namun apabila anak di asuh dengan pola asuh yang buruk pada akhirnya anak akan tumbuh menjadi anak yang buruk karakternya, mudah emosi, tidak percaya diri bahkan tidak mustahil anak ini akan menjadi anak yang tidak memiliki prestasi.

Orangtua ibarat model bagi seorang anak, apapun yang di lakukan oleh orangtuanya kemungkinan besar akan di lakukan juga oleh anaknya. karena anak belajar melalui kelima inderanya, terutama indera pendengaran dan indera penglihatan yaitu anak akan meniru apa yang ia lihat, akan mengucapkan apa yang ia dengar. jadi ketika anak berperilaku yang kurang baik tidak boleh langsung menyalahkan si anak siapatahu perilaku anak yang kurang baik itu karena melihat contoh dari orangtuanya.

Seorang anak pada hakikatnya memiliki jiwa yang bersih, tidak seperti orang dewasa yang terkadang hanya karena hal-hal sepele sampai tidak bertegur sapa. berbeda dengan jiwa anak yang masih bersih, anak tidak pernah memiliki rasa dendam sama sekali di dalam hatinya. ketika seorang anak memiliki masalah dengan teman-temannya ia tidak membutuhan waktu lama untuk baik semula dengan teman-temannya. ia kembali akur dengan teman-temannya seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa di antara mereka. mengapa demikian? karena jiwa anak itu bersih dan fitrah anak adalah baik.

Hindari perkataan-perkataan negatif, perkataan yang bernada mengancam, menakut-nakuti, berbohong. betapa sering tanpa orang tua sadari melakukan hal itu. contoh kecil misalnya ketika anak tidak mau makan orang tua akan mengatakan hal-hal yang bernada berbohong bahkan perkataan yang bernada mengancam, perkataan yang familiar yang sering saya dengar adalah, "awas loh kalau tidak makan nanti ada polisi tangkap atau semisalnya. " sebenarnya tanpa di sadari hal itu mengajarkan anak untuk berkata bohong. jadi jangan salahkan anak jika anak sering berbohong karena itu buah dari yang orangtua ajarkan.

Ternyata mendidik anak itu butuh ilmu. tanpa ilmu orangtua tidak akan bisa mendidik anak secara sempurna. selain ilmu agama yang dibutuhkan ilmu-ilmu tentang tumbuh kembang anak juga tidak kalah pentingnya..anak merupakan tanggung jawab dunia akhirat bagi orangtuanya. maka persiapkan mereka dengan sebaik-baiknya. hingga pada akhirnya nanti kita bisa menikmati buahnya. kebaikan yang kita tanam kebaikan pula yang akan di panen namun apabila keburukan yang di tanam keburukan pula yang di panen.

sebagai tambahan saya cantumkan ayat Allah, Hadits Rasullullah, perkataan Sahabat dan ulama sebagai motivasi diri .

Firman Allah dalam al-Quran surat tahrim ayat 6 ," hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka."

Dan hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, "apabila manusia mati, terputuslah amalannya kecuali tiga hal: shodaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholih yang mendo'akannya. (HR muslim)

Amirul mukminin Ali Radhiallahu anhu berkata :"ajarkanlah kepada mereka adab dan tanamkanlah pada diri mereka kebaikan

Qatadah Rahimahullahu berkata " engkau memerintahkan mereka untuk menaati Alah dan mencegah mereka bermaksiat kepada Allah, hendaklah engkau menegakkan perintah Allah terhadap mereka, memerintahkan mereka dengan perintah Allah dan membantu mereka dalam urusan tersebut, dan jika engkau melihat kemaksiatan dari mereka maka hendaklah engkau menghardik mereka."

Menata Hati


Note pengingat diri : "Menata hati tidak semudah menata baju di lemari, perlu adanya kerja keras dan kemauan yang kuat agar hati ini selalu terjaga dan tertata rapi. Kerja keras dan kemauan yang kuat harus seiring sejalan,bergandengan tangan. Karena jika kemauan saja yang dimiliki tanpa adanya usaha yang optimal maka akan menjadi hal yang mustahil bagi diri ini untuk memiliki hati yang baik. Begitu juga sebaliknya kerja keras tanpa diiringi kemauan yang kuat tidak akan mencapai hasil yang maksimal.

Membersihkan hati dari berbagai macam penyakit hati bukan hal yang mudah. Jika hati sudah terserang penyakit maka untuk menyembuhkannya membutuhkan waktu yang lama. Karena penyakit hati tidak bisa disembuhkan oleh resep dari seorang dokter tapi penyakit ini akan sembuh dengan menata hati dan mendekatkan diri pada Sang Pemilik hati itu sendiri yaitu Allah Subhanalahu wa Ta'ala.


Dan alangkah bahagianya hidup ini jika memiliki hati yang bersih, hati yang jauh dari berbagai macam penyakit hati di dalamnya. Karena hanya orang yang berhati bersih sajalah yang bisa menjalani hidup ini dengan tenang dan damai. 


Hati manusia ibarat raja dan anggota tubuh yang lainnya di ibarat kan sebagai pasukannya. Apabila rajanya baik maka baik pulalah seluruh pasukannya namun apabila hati nya jahat maka jahat pulalah seluruh pasukanya. Maka kunci utama adalah bagaimana mengkondisikan hati agar tetap selalu baik dan terhindar dari segala penyakit hati yang mengotorinya.


Seseorang yang memiliki hati yang bersih akan mudah membaca setiap hikmah hidup yang di alaminya. Ia mampu memaknai setiap episode dalam hidupnya sehingga ia tidak pernah ragu untuk melangkah dan menentukan arah karena hatinya selalu terpaut kepada Sang Pemilik hati yang sesungguhnya yaitu Allah Azza Wajalla.


Maka pandai-pandai lah menjaga hati agar bisa memaknai setiap episode hidup yang kita alami dengan bijak dan pada akhirnya ketenangan hidup akan di dapatkan. Insya Allah.. Mari kita berusaha bersama-sama untuk menata hati hilangkan rasa dendam, iri atau pun dengki dari dalam hati kita. Saatnya menatap hidup ini dengan hati yang bersih agar hidup ini lebih indah.