Sabtu, 08 Juni 2013

corat-coret di tengah hari

Corat-coret di tengah hari



Pernah kah kita merasakan suatu keadaan dimana kita merasa tidak di hargai, tidak di butuhkan atau bahkan tidak di cintai??

Bagaimana perasaan kita saat itu pasti tidak enak bukan??

Sudah pasti perasaan kecewa, kesal, sebal, jengkel, dan sejenisnya berkecamuk di hati kita.mungkin jika di perbolehkan saat itu juga ingin melampiaskan kekesalan dan kekecewaan yang bertahta di hati kita. Bagaimana tidak kecewa ketika hasil kerja keras kita di anggap remeh oleh orang lain, tidak di hargai sama sekali.

Wajarkah Kekecewaan kita!!!
Pantaskah jika kita merasa terluka dengan perlakuan mereka??

"Manusia begitu mudahnya menyakiti orang lain dengan sifat keegoisan dan kesombongan yang ia miliki ia bisa dengan mudah menyakiti hati orang lain.Padahal ia hanyalah seorang manusia yang hina yang di ciptakan dari setetes air mani yang kotor. Namun ketika ia dianugerahkan sedikit kenikmatan hidup didunia ia jadi lupa akan kehinaan dirinya yang sesungguhnya."

Sahabat, jika kita pernah merasakan kejadian-kejadian yang seperti saya paparkan di atas. Cobalah untuk merenungi kembali setiap perjalanan hidup. Kecewa, sakithati itu pasti karena itu pertanda kita masih mempunyai hati. Namun janganlah kekecewaan itu membuat kita menjadi manusia yang putus asa karena keputus asaan adalah awal dari kehancuran.

Mencobalah untuk berlapang dada. Tenangkan hati dan jiwa kita.manusia yang seperti itu bukan siapa-siapa di dunia ini, ia sama seperti kita makhluk ciptaan Allah yang tidak akan hidup abadi.

Hiburlah hati kita.bahwa kita masih punya Allah.Dia yang selalu menyayangi diri kita lebih dari apapun. Dia yang selalu ada di saat kita membutuhkan, Dan yang terpenting Dia tidak pernah mengecewakan setiap hamba-Nya. Dan Dia pasti akan selalu menghargai setiap tetesan keringat yang keluar, dan setiap kerja keras kita selalu ada nilainya di hadapan-Nya

"Allah tidak pernah melihat Hasil Namun yang Allah lihat adalah proses dari kerja keras kita."

Sabtu, 01 Juni 2013

Antara Kau Aku dan Dia


“Bim..malam minggu nih loe ada planning kemana..?”  Tanya Johan.
“biasa dong gue mau jalan sama cewek baru gue..” jawabnya dengan penuh percaya diri
“Loe ga bosen-bosen yeah ganti-ganti cewek, kasian toh cewek yang loe putusin pada sakit hati semua.”  Ucapku
“Emang gue pikirin, toh bukan salah gue seratus persen, mereka juga tau kalau gue suka ganti-ganti pacar tiap minggu kenapa juga mereka mau di ajak gue kencan, lagian gue juga ga pernah maksa-maksa mereka..lagian kasian kan jika di tolak, gue kan pantang kalau lihat cewek menangis karena di tolak..”
“emang loe ga pernah berpikiran untuk berhubungan serius dengan salah satu di antara mereka..” tanyaku kembali setelah mendengar pengakuannya.
“gue di suruh serius sama salah satu diantara mereka nanti dulu… sebejat apapun gue..seburuk apapun tingkah laku gue, gue masih memiliki keinginan dan cita-cita mempunyai istri  yang baik-baik,  bukan seperti mereka-mereka, gue sebenarnya sadar betul dengan keadaan mereka. Cewek yang begitu gampang ketika gue ajak kencan ga mustahil jika mereka  juga gampang ketika di ajak kencan oleh orang lain.”
“jadi loe cuma mainin mereka selama ini..? kapan loe akan sadar? ”
“ bukan memainkan tapi menghargai.. kalau nanti gue sudah menemukan seoarng wanita yang mampu membuat hatiku berdebar-debar saat pertama kali melihatnya..”jawabnya cengar-cengir.
“Dasar loe buaya darat..”

Ku tinggalkan Bimo sendirian di pelataran parkir kampus, maksud hati ingin mengajak main futsal malam ini namun ku urungkan niatku. Bimo adalah teman ku semenjak aku duduk di bangku sekeolah menengah atas, dia salah satu teman baikku meskipun terkadang aku sangat muak dengan tingkah lakunya, tak di pungkiri  tampang ia emang cakep bak artis hollywood, tiap hari jadi rebutan para gadis kampus,tapi tak seharusnya ia memanfaatkan ke tampanannya untuk mempermainkan wanita. Terkadang aku juga tak habis pikir dengan kelakuan cewek-cewek nya. Yang begitu bodohnya mau di ajak kencan olehnya. Sudah berulang kali aku memberi nasehat padanya  namun nasehatku hanya di anggap angin lewat tidak pernah di dengar ataupun di hiraukan… Coba Bimo bisa mencontoh Nabi Yusuf as. yang sanggup menjaga hawa nafsunya ketika di rayu wanita. Bisikku dalam hati.
****
Perpustakaan kampus begitu lenggang hanya terlihat satu dua orang mahasiswa yang sedang membaca di sebuah meja bulat di sudut ruangan. Aku berjalan mengelilingi perpustakan mencari buku terbaru karya sejarawan islam terkenal. Ketika sedang asyik melihat-lihat isi perpustakan pandanganku tertuju pada seorang gadis berkerudung panjang, gadis itu tak terasa asing di mataku. Ku coba mengingat-ingat di mana dan kapan bertemu dengan gadis itu. Sesaat ku mencoba berpikir, berusaha keras untuk bisa mengingat siapa gerangan gadis berkerudung merah itu. Lama sudah aku ber usaha untuk mengingat siapa dirinya namun tetap juga nihil. Sesekali ku pandangi gadis itu dari belakang, ia nampak sedang serius dengan buku yang di bacanya. ingin rasanya aku mendekatinya dan bertanya kepadanya namun aku tidak berani untuk melakukannya, kaki ini terasa berat untuk melangkah.
”Winda, anti sudah lama di sini?” Tegur seorang dengan suara yang tidak asing di telingaku.
Mendengar suara gadis itu aku yang sedari tadi berdiri membelakanginya langsung menengok kebelakang. Tak meleset dari dugaanku, ternyata pemilik suara itu adalah Syifa anak dari tante Elia adik dari ayahku. Dan gadis yang memakai kerudung panjang yang sedari tadi menganggu konsentrasiku adalah Winda, aku baru ingat kalau aku pernah melihatnya ketika aku singgah kerumah tante Elia untuk mengantarkan titipan ayah. Ternyata keberadaanku di situ di ketahui oleh Syifa.
”Abang Jo...ngapain di sini? Tumben amat pagi-pagi dah di perpustakan? Bukannya Bang Jo sedang sibuk dengan bisnis barunya?” ucap Syifa begitu melihat abang sepupunya.
”abang lagi ada keperluan dengan dosen pembimbing, Syifa juga tumben biasanya masuk siang. ” ucapku.
” syifa ada janji dengan teman bang, hari ini Syifa ada diskusi tentang acara sosial yang akan di adakan bulan Ramadhan nanti.” Ucapnya sambil melirik temannya yang sedari tadi berdiri di sampingnya sambil menundukan pandangannya.
”Abang free kan hari ini, kalau tidak keberatan abang mau tidak bantu kami untuk mensukseskan acara itu, soalnya kami semua masih junior Bang, kami masih bingung apa yang harus kami lakukan. Kami butuh masukan dari senior-senior kami.” lanjutnya.
”Gimana ya Syifa sebenarnya abang harus ketemu seseorang sore ini, tapi... ya sudah abang akan coba bantu tapi hanya sampai dzuhur, bagaimana?” ucapku memastikan
”boleh bang kalau begitu, ya kan Win?” ucapnya sambil meminta persetujuan dari Winda
Winda yang sedari tadi hanya terdiam kini ia menganggukkan kepalanya dan tersenyum tanda menyetujui usulan johan dan Syifa.
***
Sore itu kota jakarta di selimuti awan yang tebal, petir mulai bersaut-sautan dan kilat menyambar bak cahaya yang menakutkan, angin bertiup menerbangkan debu-debu dan dedaunan. Rintik-rintik hujanpun mulai turun dan membasahi alam semesta ini. johan yang sedari tadi sibuk dengan laptop mininya baru tersadar kalau ia belum menjemput ibunya di rumah tante Elia. Sudah satu jam ia terlambat dari kesepakatan yang telah dibuat dengan ibunya. Dengan sigap ia meraih telpon genggamya, dan ia lihat ada 5 panggilan tak terjawab dan 2 sms dari ibunya. Johan benar-benar tak sadar kalau ia telah menghabiskan 4 jam di depan laptop mininya. Kini ia tak peduli dengan hujan yang deras, atau dengan petir yang menyambar yang ada dalam pikirannya adalah menjemput ibunya. Tak ada pilihan lain. Johan harus menggunakan mobil milik ayahnya untuk menjemput ibunya. Padahal selama ini ia enggan untuk memakai mobil milik ayahnya, bukan ia tidak bisa mengendarainya tapi ia lebih senang memakai motor bututnya. Gaya hidupnya jauh dari kemewahan meskipun ia anak orang kaya, ia lebih memilih untuk hidup sederhana. Ia tidak mau membangga-banggakan kekayaannya. Ia tidak mau menjadi orang yang lalai. Ia ingin mencontoh gaya hidup Rasullah. Gaya hidup seseorang yang menjadi kebanggan umat di dunia ini.
Setengah jam kemudian aku sampai di rumah tante Elia, ku parkir mobil tepat di halaman rumah, ku ayunkan langkahku dengan cepat mendekati pintu rumah yang terbuka lebar. Tiba-tiba langkahku terhenti ketika melihat seorang perempuan yang duduk tepat di sebelah ibuku, seorang perempuan yang beberapa bulan ini mampu mengganggu hari-hariku. Semenjak pertemuan di perpustakaan kampus itu aku sudah mulai suka dengannya, tak bisa di pungkiri rasa ini dari hari kehari semakin besar aku rasakan. Apalagi setiap satu minggu sekali aku bertemu dengannya membuat rasa ini tak kuasa aku ketepikan.
Ibu, tante Elia, Syifa, dan Winda kelihatan sedang asyik berdiskusi sampai-sampai mereka tidak sadar akan kehadiranku di depan pintu.
”Assalamu’alaikum.” ucapku mengagetkan mereka
”wa’alaikumus salam.” jawabnya hampir bersamaan.
”Eh..anak ibu sudah datang, dari tadi ibu telpon tidak di angkat, sms juga tidak di balas, habis dari mana nak. Untung ada winda dan syifa yang menemani ibu mengobrol.”
”maaf Bu, tadi johan keasyikan mengerjakan tugas jadi lupa waktu.”  jawabku sambil aku berjalan menuju kearah mereka
Setelah di rasa puas mengobrol kami pun berpamitan untuk pulang. Ada kebahagiaan tersendiri di dalam hatiku. Entah apa itu namanya sulit untuk di ucapkan dengan kata-kata. Yang pasti ada perasaan yang aneh ketika aku melihatnya, mungkin inikah yang di sebut cinta Ataukah ini hanya nafsu belaka. Semakin lama aku melihatnya semakin aku ingin memilikinya. Pandangannya yang selalu ia tundukkan mampu membuat hatiku semakin tertarik padanya. Apakah bidadari dunia itu akan bisa aku miliki?
***
Ke esokan harinya di pelataran kampus aku bertemu dengan Bimo, sudah hampir tiga bulan semenjak pertemuan sore itu aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Aku tidak tau apakah kebiasaan masih tetap sama mempermainkan hati wanita atau ia sudah insaf yang pasti aku berharap perangai buruknya sudah hilang dari dirinya.
”Jo, tungguin gue dong. Loe datang ke kampus nyelonong aja, emang loe ga lihat gue apa atau loe memang sudah ga ingat gue lagi.” ucapnya
”Gue bukan ga liat loe gue hanya ga mau berdebat lagi dengan loe, gue dah bosen dengan perangai buruk loe, lebih baik gue menjauh dari loe dari pada nanti gue ketularan penyakit loe. ” jawabku sekenanya.
”yee.. loe masih marah ama gue, katanya mau jadi ustadz kok punya masih punya sikap dendam, ga baik tau marah lama-lama sama teman.”
”bukan gue marah, bukan juga gue dendam. Gue hanya ingin loe sadar apa yang loe lakukan itu salah. Wanita itu bukan barang mainan yang seenaknya bisa loe mainan. Coba bagaimana perasaan loe jika hal yang sama terjadi pada adik perempuan loe, pasti loe ga trimakan?” ucapku lagi
”Bim, perempuan itu untuk di muliakan, ga sepantasnya gue perlakukan mereka sebagai barang dagangan, hargai perasaan mereka. Loe cakep tapi jangan loe manfaatkan paras loe untuk mempermainkan hati wanita.” lanjutku lagi.
”Iya pak ustadz aku sadar itu, gue juga sudah capek dengan gaya hidup gue. Mulai saat ini gue ingin belajar menjadi orang baik demi dia. Sungguh dia berbeda dengan yang lainnya. Dia lah yang di sebut wanita yang sebenarnya. Aku mohon Jo sudah yah loe jangan marah lagi sama gue, sekarang gue lagi butuh bantuan loe nih. Gue ingin belajar dari loe untuk jadi orang yang baik.” ucapnya dengan sungguh-sungguh.
”Alhamdulillah akhirnya loe sadar juga dengan kesalahan loe, dengan senang hati gue akan bantu loe. Tapi dia yang loe maksud itu siapa?” tanyaku dengan rasa penasaran
”Wulan, cewek berkerudung panjang yang sekarang ada di semester 2.”
Cetarrrr.. bak ada petir di siang bolong. Johan sangat kaget dengan apa yang di katakan oleh Bimo. Bagaimana mungkin Bimo suka dengan wanita yang aku sukai. Wulan gadis sangat baik, aku tidak akan pernah rela jika Wulan menjadi mangsa Bimo yang selanjutnya. Meskipun Bimo bilang sudah insyaf tapi aku tidak yakin kesungguhan hatinya. Dan kalaupun ia benar-benar sudah insyaf aku tidak rela jika wulan menjadi miliknya. Aku mencintainya dan bahkan dalam waktu dekat ini aku ingin meminangnya.
Bagaimana kisah selanjutnya. Apakah Johan jadi menikah dengan Wulan, ataukah malah Bimo yang menikahi wulan. Tunggu kisah selanjutnya



Kamis, 16 Mei 2013

....CI en TA dan Jo Do H

"Gue kok yakin banget yah kalau si dia bakal jadi jodoh gue. gimana gak yakin coba kayaknya gue cocok banget sama dia, kesukaan dia pun sama seperti kesukaan gue. dan gue juga merasa cinta gue ke dia ga bertepuk sebelah tangan, secara dia baik banget gitu loh sama gue.

Membaca pernyataan di atas, apa yang terlintas dalam pikiran MasBro/ Mba Sis? pasti pikiran kalian ga jauh dari mikirin cinta, jodoh, hati dan perasaan. Iya kan?? masih normal berarti..ga bisa di pungkiri membahas masalah hati,cinta dan perasaan ga akan pernah ada bosannya. secara naluri  Allah sudah menganugerahkan rasa cinta khusus untuk makhluk-Nya yaitu berupa cinta dan kasih sayang.

Anyway,By the way, busway. bolehkah kita meyakini bahwa seseorang yang kita cintai bakalan menjadi jodoh kita, bahkan karena terlalu yakinnya sampai memvonis kalau si dia pasti di takdirkan menjadi jodoh kita? wah... hebat banget yah orang tersebut sudah mampu menebak takdir Allah yang belum terjadi. apakah boleh kita mendahui Allah sedangkan Allah adalah penentu segala-galanya.

Mencintai seseorang merupakan fitrah manusia, karena itu merupakan sunnatullah. namun kalau di suruh memilih aku pribadi akan lebih memilih untuk tidak merasakan jatuh cinta sebelum akad nikah terjadi. kenapa demikian? mungkin sebagian orang bilang jatuh cinta itu berjuta rasanya ( dah kayak judul lagu saja) manis, asam asin semua ada di situ.hee... namun tidak buatku. jatuh cinta belum waktunya membuat hari-hariku terbuang sia-sia hanya karena memikirkan hal-hal yang tidak jelas juntrungannya. kalau sudah kayak gitu apa yang terjadi, sholat kurang khusyuk, sering salah niat, update status hanya menarik perhatian nya dan bahkan yang lebih parahnya Allah di nomer duakan, mengapa demikian?? coba cek dan tanya diri kita masing-masing, coba jujur pada diri, ketika kita sholat siapa yang lebih banyak kita ingat Allah ataukah si dia? mungkin di lisan kita menyebut nama Allah namun apakah di hati nama Allah juga yang kita ingat? apakah malah lebih mengingat dia? Dan ketika berdoa kita lebih dominan menyebut namanya ketimbang meminta ampunan-Nya, kita begitu gampang mengeluarkan airmata karena cinta manusia namun ketika mengingat dosa dan kemaksiatan yang kita lakukan pada Sang Pemilik Cinta manusia mata ini susah sekali untuk menangis. 

Kalau sudah seperti itu, pada akhirnya kita terbuai oleh angan-angan kosong, setiap menit bahkan setiap detik hanya si dia yang di pikirkan, makan ga enak tidur pun tak nyenyak. hatinya di penuhi angan-angan yang kosong. padahal panjang angan-angan merupakan cara syetan dalam menggoda manusia. sadar atau tidak sadar Syetan akan bekerja keras mencari teman untuk menemaninya kelak di neraka. karena syetan sudah berjanji di depan Rabbnya bahwa ia akan menyesatkan anak cucu adam dengan berbagai cara hingga mereka tergelincir dari jalan kebenaran. 

Dan apa yang akan terjadi ketika si dia ternyata bukan yang Allah takdirkan menjadi jodoh kita, si dia yang selama ini kita cinta ternyata malah memilih perempuan lain untuk menjadi istrinya. dan ternyata cinta yang selama ini di puja bertepuk sebelah tangan. berbagai perasaan yang tidak bisa di ungkapan oleh kata-kata bercampur aduk menjadi satu  dan hanya air mata yang berbicara. sedih sudah pasti, sakit hati tak bisa di pungkiri, kecewa of course. Dan seandainya kejadian seperti ini siapa yang perlu di salahkan. dia, atau diri kita sendiri. tidak adil rasanya kalau menyalahkan si dia, apalagi menyalahkan perempuan yang menjadi pilihannya. yang perlu di salahkan adalah diri sendiri. mereka tidak tahu apa-apa dan mereka juga tidak melakukan kesalahan apa-apa. yang salah adalah diri sendiri mengapa terlalu yakin dengan perasaan sendiri, terlalu hanyut oleh angan-angan yang kosong. 


Sungguh kita menjadi orang yang sangat merugi, sudah kita menduakan cinta Allah dengan cinta yang belum pasti. seharusnya kita malu kepada-Nya karena telah menghianati cinta-Nya. mungkin dengan kejadian seperti itulah cara Allah menegur kita, Allah tidak ingin kita menduakan cinta-Nya. Allah ingin kita lebih mencintai-Nya. dan memang seperti itulah seharusnya. menempatkan cinta Allah di atas segal-gala-Nya.

Sekecewa apapun, kita harus tetap tegar harus tetap kuat, hidup perlu di teruskan perjalanan masih panjang. ronah-ronah kehidupan akan selalu menghadang. jangan hanya karena cinta manusia lantas kita terpuruk dalam menatap dunia. yang pasti Allah akan selalu ada di setiap gerak-gerik kita. Allah selalu mengawasi kita dimanapun kita berada. pasti di balik semua ini ada skenario Allah yang indah, skenario yang tidak pernah kita duga sebelumnya. skenario yang mampu membuat kita tersenyum dan membuat wajah kita secerah mentari pagi. mungkin saat ini Allah belum menjodohkan kita dengan si dia, namun pasti akan ada si dia yang lain yang telah Allah siapkan untuk kita. boleh jadi Allah menginginkan kita untuk menjadi orang yang lebih baik, atau mungkin Allah menginginkan kita agar terus belajar. dan suatu saat jodoh pasti akan datang sesuai dengan keimanan di hati. yang penting saat ini adalah benahi diri, luruskan niat. yang selama ini mungkin kita sering salah niat saatnya untuk perbaiki niat. berikan hati kita totalitas hanya pada Allah. apalagi sekarang sudah memasuki bulan-bulan harram bulan di mana amal ibadah kita di lipat gandakan pahala. jadikan momentum ini sebagai ajang mendekatkan diri pada Sang Khalik. Raih ridho-Nya dengan menjalani semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. lupakan sesaat rasa kecewa, kesampingkan semua perasaan yang berkecamuk. tatap ke depan lihat betapa banyak hal-hal yang perlu kita lakukan dan kita perbaiki, hiup tidak cukup sampai di sini hidup masih perlu pengorbanan dan perjuangan. terakhir yang bisa aku tulis sebagai pengingat diri Hati ini hanya Milik-Nya. dan akan tenang dengan mengingat-Nya dan Mencintai-Nya. sebagai penyejuk hati hati silahkan baca QS al-baqarah : 216..

salam santun selalu buat pembaca semua
Mohon maaf apabila ada kesamaan cerita
hanya sekedar sharing belajar menyikapi suatu masalah
Yang benar datangnya dari Allah dan yang salah datangnya dari diriku sendiri yang dhoif harap di maafkan


Rabu, 08 Mei 2013

Kini ku tersadar..


Kini ku sadari betapa berharganya waktu
Ketika ia pergi ia tak akan pernah kembali
Ketika ia berlalu tak akan pernah sudi menghampiri lagi
Setiap menit adalah perhitungan
Yang seharusnya di isi dengan kebaikan

Betapa ku tersadar kini...
Betapa banyak waktu yang ku buang untuk hal yang sia-sia
Bahkan aku tak perduli dengan itu
Aku tak pernah memikirkan itu
Aku tak pernah memikirkan hari itu
Hari di mana setiap detik yang aku lewati akan di hisab

Batapa ku tersadar kini..
Betapa diri sering terbuai oleh angan-angan kosong
Memikirkan hal-hal yang tak sepantasnya aku pikirkan
Bahkan aku sering terlewat batas terlalu yakin dan terlalu menuruti perasaan hati
Seakan-akan lupa ada Allah yang Maha menentukan takdir dan kehidupan

Kini ku tersadar...
Betapa indah cara Allah menegurku
Allah memberi aku masalah agar aku bisa belajar
Belajar  menyelesaikan masalah agar bisa menjadi amal ibadah
Allah memberi aku kesedihan agar aku bisa tegar
Allah memberi aku kebahagiaan agar aku bisa memaknai arti kehidupan

Kini ku tersadar...
Betapa Allah sangat mencintaiku
Betapa Allah sangat menyayangiku
Pasti DIA tidak ingin kalau aku menduakan cinta-Nya

Mulai detik ini Ya Allah..
Ajari aku bagaimana cara mencintai-Mu
Ajari aku bagaimana cara menjadi hamba-Mu yang Kau Cintai
Sudah cukup apa yang aku lakukan dulu
Jangan biarkan aku lakukan itu untuk yang ke dua kali
Aku akan berusaha sepenuh hati untuk melabuhkan cinta ini hanya untuk-Mu
Akan aku labuhkan hati ini hanya pada-Mu
Karena Engkau-lah Pemilik hatiku
Dan Sudah sepantasnya hati ini aku berikan hanya pada-Mu

Kuatkan jalanku Ya Allah..
Ridhai-lah jalanku..
Peluk aku di kala aku terjatuh
Dekap aku di kala aku terpuruk
Tarik aku kembali ke dalam samudra cinta-Mu
Samudra cinta sejati yang tak akan pernah bertepi.

Minggu, 14 April 2013

Indahnya Menulis

Assalamu'alaikum sahabat...apa kabar dengan keimanan sahabat di jum'at yang penuh berkah ini? semoga sahabat senantiasa berpijak di atas jalan lurus-Nya. menapaki setiap jengkal kehidupan dengan penuh keimanan dan ketakwaan kepada-Nya.karena itulah kunci kebahagian dan kesuksesan dunia dan akhirat. keimanan dan ketakwaan merupakan salah satu motivasi hidup yang harus senantiasa kita pertahankan, dan kita perjuangkan dengan segala daya upaya yang kita miliki.. kenapa dan mengapa? mungkin pertanyaan itu akan muncul di benak pikiran saudara ketika membaca pernyataan di atas..dengan pemahaman saya yang sedikit saya akan mencoba menguraikannya.

Sebelum kita masuk ke inti pembahasan terlebih dahulu kita pelajari tentang apa tujuan hidup kita? untuk apa Allah menciptakan kita? Allah menciptakan kita tidak main-main. di balik penciptaan manusia ada maksud dan tujuannya dalam al-Qur'an Sural Al-mu'minun ayat 105 Allah SWt berfirman, " Maka apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?"


Dalam surat lain Allah SWT ber firman "Dan tidaklah Aku menciptakan jin & manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tdk menghendaki rizki sedikitpun dari mereka & Aku tdk menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS.Adz Dzariat : 56-58)

Dari ayat di atas kita sudah mengetahui bahwa di balik penciptaan manusia adalah untuk beribadah dan menyembah hanya kepada-Nya. Tugas manusia yang paling utama dalah menyembah-Nya di setiap saat kapanpun dan dimanapun.

Manusia merupakan makhluk yang paling mulia, manusia bisa lebih mulia di banding malaikat jika ia beriman dan bertakwa namun sebaliknya manusia bisa lebih hina dari binatang ternak jika ia ingkar pada-Nya. Manusia di beri akal untuk berpikir, namun tak jarang ia gunakan pikiran itu untuk hal-hal yang di haramkan dan mengundang murka Allah. padahal setiap apa yang ia lakukan akan di mintai pertanggung jawabannya kelak di akhirat.

Tulisan ini aku buat sebagai bahan pengingat diri, bahwa manusia adalah hamba Allah yang mempunyai kewajiban menyembah dan taat hanya kepada-Nya. karena hanya Allah tempat kita bergantung, tempat kita meminta dan tempat kita memohon pertolongan. tiada daya dan upaya tanpa pertolongan-Nya.

Sebagai penutup tulisan singkat ini aku ingin mengajak saudara ku semua termasuk diri ini yang lemah tiada daya  marilah kita tanamkan keimanan yang kokoh di dalam hati kita, Marilah kita berlomba untuk menjadi hamba yang Allah cintai. karena hanya cinta Allah lah yang akan menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat.

Semua kebenaran hanya milik Allah apabila ada kesalahan itu dari diri saya sendiri yang dhoif. mohon di maafkan

semoga bermanfaat






Sabtu, 13 April 2013

KETIKA CINTA HARUS BERSABAR


Namanya Dinda seorang muslimah yang ramah dan cantik parasnya,  di usianya yang sudah mencapai 27 tahun membuat orangtuanya selalu menyuruhnya untuk menikah. Bagi seorang Muslimah yang taat ia yakin kalau jodohnya pasti ada dan Allah pasti sudah ciptakan pasangan hidup untuknya. Sebagai seorang penulis novel sekaligus pekerja di salahsatu penerbit majalah islam terkemuka di ibukota membuat hari-hari selalu sibuk.

Siang itu saat ia sedang asyik dengan komputernya meng-edit ulang novel barunya. Seorang wanita paruh baya yang selalu menemaninya setiap saat masuk ke dalam kamarnya.
"Din, anterin mama menjenguk teman lama mama yah di rumahnya. Sekarang ia sedang sakit dan mama ingin berkunjung kerumahnya."

Awalnya aku ingin sekali menolak permintaan mama namun aku tega melihat mama pergi sendirian, dan mama juga punya penyakit asma yang sering kali kambuh setiap saat. Dengan alasan ingin berbakti kepadanya akhirnya aku mau menemaninya.

Dari sanalah awal pertemuan aku dengannya, sosok yang aku anggap sebagai malaikat, wajahnya yang bersih, tingkah lakunya yang sopan dan tutur katanya yang menawan membuat aku tertawan begitu melihatnya. Yang belakangan aku tahu namanya adalah Yusuf

Beberapa hari setelah aku bertemu dengan lelaki yang mampu menggetarkan hatiku. Ibu mengabarkan kalau keluarga Bu yunita beserta suami dan anak lelakinya akan datang untuk bersilaturahmi sekaligus membicarakan hal yang sangat penting.  Awalnya aku tidak tahu tentang hal penting apa yang akan di bicarakan aku hanya menurut apa kata mama agar nanti malam aku bisa menemaninya dan bersua dengan keluarga besar Yusuf.

Malam itu merupakan malam yang indah untukku, penantian ku yang panjang kini ber akhir sudah aku telah di khitbah olehseorang ikhwan yang di mataku sangat sempurna. Aku merasa cintaku padanya tidak bertepuk sebelah tangan. Aku menyangka Yusuf juga memiliki perasaan yang sama denganku.

Namun kebahagianku hanya sesaat, kebahagianku hancur berkeping-keping setelah aku membaca surat dari Yusuf yang aku sangka isinya adalah surat cinta untukku.

 Di surat itu jelas di katakan kalau ia melakukan semua itu hanya karena orang tuanya. Ia tidak mau melihat ibunya masuk rumah sakit untuk kesekian kalinya gara-gara penolakannya untuk menikah dengan gadis pilihanya. Yang lebih lagi sakit aku rasakan ia bilang tidak mencintaiku dan sangat sulit untuk mencintaiku karena ada nama lain yang kini bersemayam dihatinya. Ia bilang akan sulit untuk mencintaiku karena aku buka wanita yang ia cintai.

Singkat cerita acara pernikahanku berjalan dengan lancar, meskipun hatiku berontak ingin rasanya aku berteriak agar semua orang tahu bahwa aku tidak mengingankan pernikahan ini terjadi. Namun aku tak kuasa menyakiti dan mengecewakan orang –orang yang aku sayangi. Ku lihat wajah itu sungguh kaku dan tak ada senyuman pun tersungging dari  bibirnya, ia berdiri di sebelahku namun seakan-akan ia berada jauh dari jangkauanku.

Tibalah saat malam pertama pernikahanku, sebagian orang bilang malam pertama adalah malam yang terindah yang tak bisa terlupaka namun berbeda denganku, malam itu merupakan awal kesabaran dan cintaku di uji. Tidak ada kata-kata sayang aku dapatkan yang ada hanya kebisuan, kesunyian dan kehampaan. Meskipun ia sempat mencium kening dan mengucapkan doa yang seperti Rasulullah ajarkan padaku dan itupun karena aku yang memintanya. Aku dan dia sempat melakukan ibadah itu namun itu semua bukan karena dasar cinta tapi karena sebuah keterpaksaan.

Malam itu berjalan amat lamban aku rasakan, aku sesaatpun tidak bisa memejamkan mataku, aku muak, aku benci, aku sedih dengan semua kejadian ini.  sebagai seorang istri aku mempunyai hak untuk mendapatkan kasih sayang dari suamiku. Dan sebagai seorang suami ia mempunyai kewajiban untuk membahagiakanku. Namun apa yang aku dapatkan sebaliknya suamiku tidak bisa mencintaiku karena di hatinya hanya ada satu nama yaitu ”Alifa”

Alifa seorang akhwat berkerudung panjang nan cantik dan sopan. Seorang gadis yang membuat suamiku tidak bisa mencintai wanita yang menjadi istrinya kini. Aku tidak mengenalnya sebelumnya, aku melihatnya saat ia dan teman-temannya datang di hari pernikahanku.

Tak terasa sudah lima bulan usia pernikahanku, namun aku belum bisa merasakan menjadi istri yang sesungguhnya, sikap Yusuf kepadaku masih belum berubah, ia begitu kaku dari sorot matanya tak ada sama sekali tanda-tanda cinta untukku. Sudah menjadi kewajiban seorang istri untuk melayani suami, meskipun suamiku belum bisa mencintaiku, namun aku selalu berusaha menjadi istri yang berbakti padanya, aku menjalankan tugasku sebagai istri dengan tulus mengharap ridha-Nya. Setiap pagi aku membuatkan sarapan untuknya, menyiapkan baju kerjanya, dan mengantarkannya sampai kedepan pintu ketika ia hendak pergi kerja. Aku ingin menjadi istri yang bisa mengantarkannya ke syurga-Nya.

Tak bisa ku pungkiri setiap hari rasa cintaku kepadanya semakin besar, meskipun rasa cinta ini belum bisa terbalas namun aku tak peduli karena bagiku ia adalah suamiku orang yang layak aku cintai. Dalam do’a di penghujung malam aku selalu menyebut namanya berharap agar Allah selalu melindunginya di manapun dia berada.

Undangan pernikahan Alifa dengan ikhwan bernama guntur ku berikan pada Mas yusuf, dari raut wajahnya nampak kemurungan. Aku yakin Mas Yusuf merasa kecewa meskipun ia tak mampu menunjukan perasaannya itu padaku.

Meskipun Alifa kini sudah menikah namun sikap Mas Yusuf tidak jauh berbeda, ia masih sama seperti dulu. Hanya buku harian dan sajadah panjangku yang menjadi saksi betapa tersiksa nya  hatiku dan betapa tulusnya cintaku untuknya.

Dua bulan setelah pernikahan Alifa, aku mendapat kabar dari temannya bahwa Alifa masuk rumah sakit karena setiap hari kesehatannnya menurun, ia mengalami tekanan bathin karena suami nya meninggal saat usia pernikahannya baru satu minggu, ia tidak bisa menerima kenyataan yang ada sehingga membuatnya koma. Mendengar kabar itu aku langsung menjenguknya di rumah sakit tempat ia di rawat. Keadaan Alifa sungguh sangat memprihatinkan, dokter bilang semangat hidupnya hanya akan kembali lagi jika ia mendapat kasih sayang dari sosok lelaki yang bernama suami. Hanyakata- kata mesra dari suaminya lah yang mampu menghidupkan gelora hidupnya kembali. Dan dokter menyarankan agar secepatnya mencarikan suami untuk Alifa sebelum terlambat. Aku pun berinisiatif membantunya mencarikan seorang suami untuknya. Ada tanda tanya besar di hatiku siapa dan dimana aku harus mencarinya??

Tiba-tiba nama mas Yusuf terlintas di pikiranku, apakah aku harus menikahkan suamiku sendiri dengan Alifa, apakah aku harus melakukan itu, apakah aku mampu melihat laki-laki yang sangat aku cintai bersama wanita lain. Tapi aku tidak bisa melihat Alifa menderita ia butuh seorang suami untuk menyelamatkan hidupnya.

Pikiran itu terus menerus menghantui ku, keinginanku untuk menikahkan Mas Yusuf dengan Alifa begitu besar. Aku belajar untuk berdamai dengan hatiku, biarlah aku tidak bisa mendapatkan cintanya asal aku bisa membahagiakan orang yang aku cintai. Salah satu cara adalah membiarkan Mas Yusuf menikah dengan wanita yang di cintainya. Jika ini merupakan jalan untuk suamiku hidup bahagia aku rela meskipun aku harus di madu.

Malam itu juga aku sampaikan niat hatiku pada suamiku, ia begitu kaget dengan kabar tentang Alifa dan kekagetan itu semakin bertambah mendengar permintaanku untuk menikahinya. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya ia terdiam. Membisu seperti patung yang bernyawa.

Sehari setelah mendengar kabar itu malam harinya suamiku tidak pulang kerumah, aku menjadi resah, HP nya aku hubungi tidak aktif, aku telpon kantornya pun tak ada jawaban, tidak sampai di situ aku mencari kabar melalui teman-temannya tapi tak seorang pun mengetahui keberadaannya. Aku tak bisa menahan airmata ini, aku menangis aku merindukannya, aku sangat mengkhawatirkannya.

Berita itu sontak mengagetkanku, suamiku kecelakaan dan kini di rawat ditempat Alifa di rawat. Menurut seorang polisi yang menghubungiku suamiku terpelanting sejauh 15 meter dari motornya. Dengan segera aku pergi kerumah sakit tempat suamiku di rawat, airmata ini tak berhenti mengalir mengkhawatirkan keadaannya. Di sebuah ruangan VIP suamiku dirawat dan ia tidak sadarkan diri, anggaota badannya penuh dengan perban, meskipun menurut dokter tak ada luka yang serius dan dalam beberapa hari ini akan sadarkan diri namun melihat keadaannya aku tak tega. Aku tidak mau melihat suamiku menderita.

Suamiku sudah hampir dua hari dalam keadaan koma, ia belum juga sadarkan diri aku bertambah cemas di buatnya, selama dua hari itu aku tak pernah meninggalkannya, aku selalu di sampingnya, merawatnya dengan tulus, di saat yang seperti itulah aku bisa memandangnya sepuasnya. Melihat wajahnya dan menggenggam tangannya yang sebelumnya tak pernah aku lakukan. Wajah itu sungguh bersih, sama seperti pertama kali aku melihatnya, mengenggam tangannya membuatku merasa nyaman dan tenang. Dan untuk pertama kali aku menciumnya, ya aku menciumnya dalam keadaan ia tak sadarkan diri. Namun rasa bersalah tiba-tiba terlintas di pikiranku, aku merasa telah berbuat kurang ajar dengan menciumnya, aku takut ia tidak meridhainya.

Aku memilih duduk dikursi menjauh darinya aku tak kuasa jika terus menerus memandangnya. Tiba-tiba aku lihat tangan suamiku bergerak-gerak dan ia mulai membuka matanya. Betapa bahagianya hatiku ketika yang keluar pertama kali dari mulutnya adalah namaku. Ia memanggil namaku dengan suara yang sangat lirih, mendengar suaraku di panggil aku langsung menghampirinya. Melihat suamiku sadarkan diri aku bermaksud memanggil dokter untuk memeriksa keadaannya. Namun belum jauh kaki ini melangkah tiba-tiba pandanganku kabur, badanku lemas dan aku terjatuh tak sadarkan diri.

Selama dua hari aku tak sadarkan diri, aku berbaring lemas di rumah sakit, aku terlalu capai dan kurang istirahat yang membuat kondisi badanku menurun. Begitu terkejutnya diriku begitu aku sadarkan diri suamiku berada di sisiku ia sedang mencium keningku dan memanggilku dengan pangilan sayang, panggilan yang tak pernah aku dengar sebelumnya. Ia juga mengenggam tanganku begitu erat. Dan yang membuatku terkejut ia menangis sambil menciumi tanganku. Sungguh aku tak tahu apa yang terjadi dengannya. Mungkinkah ia sudah bisa menerimaku dan mencintaiku. Apakah cinta ini sudah terbalas, berbagai pertanyaan bermain-main di pikiranku. Dan sebuah perkataannya yang tak akan pernah aku lupa yang mampu mebuat hatiku berbunga-bunga serta tak kuasa menahan haru.

”Dinda, istriku maafkan aku yang selama ini telah menyia-nyiakanmu, kini aku sadar engkau adalah karunia yang terbesar yang Allah berikan untukku. Sayang maafkan aku karena telah membuatmu selalu menangis di malam-malammu, maafkan aku yang pernah membohongimu. Kini aku sadar aku telah melakukan kesalahan besar. Dan terimakasih Dinda atas buah hati yang kini sedang bersemai di rahimmu, buah hati cinta kita.”

Aku tak kuasa menahan airmata ini, aku bahagia, aku terharu aku tak bisa menjelaskan kebahagian ini dengan kata-kata, aku hanya bisa menangis sambil aku menggenggam erat tangan suamiku yang kini sudah memberikan cintanya padaku.

Tiba-tiba aku teringat dengan Alifa, aku tidak mungkin egois dengan memikirkan diriku sendiri, aku sudah bertegad untuk menikahkan Alifa dengan Mas Yusuf.  Akhirnya aku memberanikan diri bertanya tentang Alifa padanya dan meminta nya untuk menikahinya. Mendengar permintaanku tiba-tiba suamiku meminta izin untuk keluar sebentar sebelum menjawabnya, aku tak tahu apa yang suami aku lakukan di luar sana. Yang aku tahu ketika ia datang kembali ia tak sendiri ia bersama Alifa yang duduk di kursi roda dengan di dorong oleh seorang lelaki yang tak asing lagi dan ia adalah Randi sahabat Mas Yusuf. Ternyata Alifa sudah menikah dengan Randi dua hari yang lalu. Dan kini Alifa sudah menemukan semangat hidupnya kembali.

Kini kebahagianku lengkap sudah, aku menemukan cintaku, kesabaran ini berbuah kemanisan, ketulusan cinta ini terbalas sudah. Ketika cinta harus bersabar, di situlah ketulusan cinta di uji. Kesabaran pasti akan berbuah keindahan karena Allah selalu bersama dengan orang-orang yang bersabar.

Ringkasan dari novel yang berjudul ketika cinta harus bersabar dengan gaya bahasa yang telah di ubah sesuai gaya bahasa tulisanku.
Semoga bermanfaat.

Isi surat Yusuf untuk Dinda 

Assalamu'alaikum Wr Wb.
Kepada yth : Adinda Altharina putri
Ditempat

Aku sengaja menulis surat ini dengan tulisan tanganku sendiri. Berharap kau bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Aku tak tahu apalagi yang harus aku lakukan ketika orang tuaku memaksaku untuk menikah denganmy. Asal kau tahu saja, pinangan atas dirimu sebenarnya bukan aku yang menginginkan, melainkan orang tuaku.

Merekan bilang, sejak pertama kali Melihatmu, hati mereka langsung bergerak untuk menjadikanmu sebagai menantu. Lagi pula orangtuaku dan orang tuamu berteman sejak lama. Tapi maaf sekali lagi, aku tidak pernah berniat menikahimu.semua ini adalah rencana orangtuaku dan orangtuamu untuk menjodohkan kita.

Aku tahu hal ini adalah hal bodoh yang pernah aku lakukan sepanjang hidupku. Aku juga tahu bahwa jika semua ini benar-benar terjadi, maka banyak orang yang akan aku bohongi, aku akan menjadi seorang pecundang dan pengecut karena telah menyakiti perasaanmu.

Tapi aku juga tidak bisa berbuat lebih banyak lagi sebab melihat kondisi ibuku yang sudah lemah, aku takut bila aku menolak permintaannya, sakitnya akan semakin parah. Asal kau tahu saja, dua hari yang lalu ibu masuk rumah sakit karena aku menolak permintaannya.

 Jadi aku mohon bantulah aku memainkan sandiwara ini di depan orangtua kita masing-masing. Aku tau segala sesuatunya itu akan di pertanggung jawabkan di hadapan Allah Ta'ala, tapi aku tak bisa berbuat banyak lagi untuk hal itu.

Aku merasa belajarku selama beberapa tahun tentang islam sia-sia saja karena akhirnya aku harus membohongi banyak orang atas kepura-puraanku mencintaimu. Maaf sekali lagi.

Pernikahan bukanlah hal yang main-main untuk di jalankan terlebih lagi bila tidak di landasi dengan rasa cinta. Sesungguhnya ada nama lain yang mengisi relung hatiku. Dan sepertinya, mulai saat ini aku harus menghapus nama itu dan berusaha menggantinya dengan namamu.

Jika memang tak ada cara lain lagi untuk kita mencegah kebohongan ini, maka sebagai langkah awalku dalam menjalankan kehidupan baruku nanti, aku ceritakan semuanya ini padamu. Jujur. Tidak ada yang di tambahkan atau di kurangkan. Aku tidak mau mengawali semua ini dengan kebohonganku pada dirimu. Maafkanlah aku yang tak mencintaimu.

Mungkin ketika membaca surat ini, matamu sudah di penuhi dengan airmata. Aku akan berusaha mengganti airmatamu itu dengan usahaku untuk dapat mencintaimu. Maaf, beribu-ribu maaf aku pinta kepadamu.

Tolonglah malam ini kau sholat tahajud dan minta kepada Allah agar memberikan yang terbaik untuk kita. Aku tak sanggup, bila selamanya harus menyakitimu dengan kepalsuan cintaku.
Dan tolong jangan ceritakan hal ini pada siapapun. Aku yakin kau mengerti seperti apa posisiku. Sekian dulu surat dariku, bila semua ini kurang berkenan di hatimu, mohon di bukakan pintu maafmu untukku,. Afwan.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.

Dari seorang pengecut
Yusuf Abdullah Fattah

Selasa, 19 Februari 2013

Udah Putusin Aja

Malam ini pengen buat artikel yang berjudul udah putusin aja, waduh dari judulnya sudah kelihatan mau buat provokasi..tenang aja masbro/mbasis. Ini bukan untuk memprovokasi tapi untuk mengompori para mereka aktivis pacaran..hee

Bagi para pengguna twitter mungkin kata udah putusin aja sudah tidak asing lagi di telinga mereka Karena sudah terlalu banyak kultweet yang ber-hastag Udah putusin aja berkeliaran di sana.

Belum lama ini aku menghadiri sebuah acara bedah buku yang berjudul Udah putusin aja. Sebuah buku yang cukup menarik menurutku.sebuah buku motivasi untuk mereka para aktivis pacaran untuk bersegera memutuskan gebetannya.. Hee nyingir dulu ah sebelum di komplint para aktivis pacaran.
Mungkin bagi para aktivis pacaran keberadaan mereka mulai terancam dengan keluarnya buku ini. Bagaimana tidak terancam karena modus-modus mereka akhirnya terungkap juga..hee ternyata orang pacaran itu banyak modusnya loh..baru nyadar kan!!

Hey girls.. Simak baik-baik yah apa sih modus mereka para peng-gombal cinta sebelum halal itu? do you know sis seorang laki-laki yang hanya beraninya mengajak pacaran itu laki-laki pengecut, mengapa di katakan pengecut karena dia hanya mau nya seneng-seneng saja. Ia belum siap berkomitmen dalam sebuah pernikahan.emang kalian mau mba sis jika hanya di jadikan sebagai permainan saja kalau aku yang di tanya seperti itu sih sudah pasti aku jawab "T I D A K" tanpa pikir panjang lagi. Emang gue barang mau di mainin ogah banget gitu loh. Survei membuktikan orang yang berpacaran kebanyakan pasti putus kenapa demikian karena pacaran adalah awal dari putus. Jadi kalau ga mau putus ga usah pacaran.

Bagi mereka para aktivis pacaran selalu berdalil kalau Pacaran membuat semangat dalam menjalani hidup, semangat dalam belajar, semangat dalam bekerja, benarkah?? Buktinya mana?? Maksudnya semangat menjalani hidup karena dunia ini milik berdua yang lain ngontrak gitu..lebay coy kalau itu alasannya. Sudah ga zaman. Kalau mau cari alasan yang berkelas dikit kenapa. Atau semangat dalam belajar? Wah bagaimana bisa, yang ada malas belajar iya, bagaimana mau belajar yang ada di pikirannya hanya dia, dia dan dia. Bilangnya mau belajar bersama giliran sudah ketemuan bukan pelajaran yang di bahas tapi yang lain yang di bahas..hayoo ngaku!!! Atau membuat semangat untuk bekerja, iya kah?? Belum ada buktinya juga.. Yang ada mereka aktivis pacaran hidupnya itu selalu gaber (galau berat). Maunya tampil selalu kecek di depan wanita yang di kaguminya, padahal kantongnya selalu boke.

Hey sis..pasti kalian mempunyai mimpi seperti kebanyakan wanita yang lainnya, punya suami yang baik, sholeh, taat dan lain sebagainya. Tentu tipe lelaki yang seperti ini tidak akan di dapatkan pada sosok lelaki yang hidupnya hanya meng-gombali cewek, berani bermaksiat pada Rabb-Nya. Pernahkah kalian berpikir lelaki yang seperti Itu tidak mustahil jika kelak ketika ia sudah beristri berani juga berselingkuh di belakang kalian.

Mba Sis ga ada untungnya sama sekali berpacaran, sudah rugi waktu, rugi tenaga, rugi juga pikiran, mending lebih baik kita pikirkan bagaimana mempersiapkan diri agar layak untuk di jemput sebagai istri, gali ilmu yang perlu kita gali, perbaiki diri. Udah putusin aja jika ia jodoh kita tak akan kemana namun jika bukan jodoh kita ada yang lebih baik menanti kita. Jangan berani coba-coba untuk bermaksiat, karena yang bakal rugi adalah kita kaum wanita

Semoga artikel ini bermanfaat
Salam santun selalu